Search for:
 
No Nama Situs/Tugu/Tatengger Lokasi Keterangan
1. Monumen Perjuangan Kemerdekaan Nasional Lapangan Merdeka Monumen berbentuk persegi panjang yang bagian-bagiannya meliputi :

  1. Pelataran monumen 45 m x 23,30 m yang melambang kan tahun 1945.
  2. Dari lantai pelataran pertama pada sisi depan dan sisi kanannya terdiri dari 17 anak tangga menuju pelataran kedua yang melambangkan tanggal 17.
  3. Dari pelataran kedua sampai ke bangunan utama mo numen terdiri dari 8 anak tangga yang melambangkan bulan agustus.
  4. Puncak monumen terdiri dari 5 bagian yang melam bangkan sila-sila dari pancasila.
  5. Tinggi monumen 13 m yang melambangkan peristiwa pertempuran jl. Bali 13 oktober 1945, sebagai pertempuran pertama di kora medan.
2. Tugu Pahlawan Medan Area

 

Jl. Bali Tugu ini mirip seperti sebuah roket apollo, yang menjulang tinggi dengan bagian bagiannya meliputi :

  1. Pada sisi bawah/dasar berbentuk lingkaran yang meru pakan suatu ruangan yang menyerupai qubah dengan diameter 4 m.
  2. Pada sisi tengah terdapat atap yang merupakan pe nyangga bangunan qubah yang jumlahnya 5 sisi, dima na tiap sisi terdapat relief-relief perjuangan tahun 1945 – 1949.
  3. Diatas qubah terdapat sisi 5 buah yang melamb angkan pancasila
3. Tugu Juang 45 Jl. Serdang Tugu berbentuk profil seorang pahlawan yang memegang senjata dan mengacungkan tangan yang memekikkan teriakan merdeka. Pada sisi bawah tugu berbentuk persegi enam dengan diameter 2,80 m yang masing-masing sisi terdapat relief yang menggambarkan perjuangan kemerdekaan tahun 1945, pada masa revolusi fisik kemerdekaan. Lantai dasar/alas patung pejuang berbentuk lingkaran yang terdiri dari 2 tingkat. Tinggi tugu seluruh nya 12 meter.
4. Tugu Makam Pahlawan Bukit Barisan Jl. Sisingamangaraja Secara umum tugu/monumen ini berbentuk profil seorang pejuang, yang terletak di halaman pelataran dan persis di tengah-tengah makam pahlawan. Pada tugu ini terdapat simbol-simbol tertentu antara lain; ikat kepala merah putih, lengan kanan memegang bambu runcing dan tangan kiri obor, pakaian yang kumal dan koyak-koyak dan mempergunakan mantel sebagai perwujudan dari sikap membekali diri untuk merebut kemerdekaan. Tempat berpijak patung pahlawan berbentuk bola yang di sangga oleh bangunan/tonggak dan pada sisi bawah terdapat relief-relief yang menggambarkan suasana perjuangan tahun 1945. Tempat meletakkan karangan bunga pada lantai dasar, yang pintu masuknya 3 buah serta dari pelataran menuju tempat tugu tersebut terdapat 5 anak tangga.
5. Tugu Demarkasi Perjuang Kemerdekaan Jl. Letda Sujono Prasasti yang terdapat pada tugu ini adalah: Disinilah garis demarkasi perjuangan kemer dekaan 10 maret 1947.
6. Tugu Demarkasi Perjuang Kemerdekaan Jl. Binjai Menggambar kan letak garis demarkasi dalam perjanjian linggarjati, jadi dengan menarik garis penghubung dari satu titik ke titik lain. Pada setiap tugu ini dibangun benteng pertahanan tentara dan laskar republik indonesia. Titik ini disetujui pada tang gal 10 maret 1947 setelah utusan pemerintah pusat datang.
7. Tugu Demarkasi Perjuang Kemerdekaan Jl. Medan Pancurbatu Menggambar kan letak garis demarkasi dalam perjanjian linggarjati, jadi dengan menarik garis penghubung dari satu titik ke titik lain. Pada setiap tugu ini dibangun benteng pertahanan tentara dan laskar republik indonesia. Titik ini disetujui pada tang gal 10 maret 1947 setelah utusan pemerintah pusat datang.
8. Tugu Demarkasi Perjuang Kemerdekaan Amplas Menggambar kan letak garis demarkasi dalam perjanjian linggarjati, jadi dengan menarik garis penghubung dari satu titik ke titik lain. Pada setiap tugu ini dibangun benteng pertahanan tentara dan laskar republik indonesia. Titik ini disetujui pada tang gal 10 maret 1947 setelah utusan pemerintah pusat datang.
9. Tugu Demarkasi Perjuang Kemerdekaan Desa Rengas Pulau Medan Marelan Menggambar kan letak garis demarkasi dalam perjanjian linggarjati, jadi dengan menarik garis penghubung dari satu titik ke titik lain. Pada setiap tugu ini dibangun benteng pertahanan tentara dan laskar republik indonesia. Titik ini disetujui pada tang gal 10 maret 1947 setelah utusan pemerintah pusat datang.
No. Nama Situs/Tugu/Tatengger Lokasi Keterangan
1.        Tugu Pahlawan Tidak Dikenal Kuala Bingei Stabat Tugu tersebut melambangkan bambu runcing diarahkan ke Desa Bahorok sebagai tanda mundurnya laskar rakyat. Di sekitar tapak kaki laskar terdapat peta pulau-pulau di Indonesia yang artinya untuk mengenang seluruh perjuangan di Indonesia pada masa itu.
2.        Tugu Juang 45 Desa Kuala Pada tugu terdapat gambar pahlawan tak dikenal, tinggi tugu 3,80 m, bentuk bulat, tinggi dan diatasnya terdapat berdiri seorang lasykar dengan memegang bendera merah putih yang diikatkan pada bambu runcing. Dibawah kaki seunggukan tanah yang dihiasi ukiran seperti bunga melati berwarna putih.
3.        Tugu Demar Kasih Gebang Bentuk tugu empat persegi panjang yang pada dasar ben tuk batu segi lima tinggi tugu 5 meter dan 1,25 meter dan ter buat dari batu dengan kerangka besi. Diatas tugu melambang kan seorang lasykar rakyat dengan bendera merah putih di tangan kanan dan bambu runcing di tangan kiri dan kain sa rung disandang yang berisi pakaian. Pada tugu sebelah depan terdapat tulisan yang berjudul : GARIS DEMARKASI GE BANG pada batu ini kupertahankan, desaku, kotaku, Bumi Pertiwi dari penjajah yang rindu kembali untuk mu bangsaku, rakyatku, negaraku merdeka. Pahlawanmu

1945

4.        Tugu Juang Bumi Hangus Pelawi Babalan Bentuk tugu melambangkan Patung Pejuang yang berdiri di atas batu yang berbentuk lingkaran dengan bambu runcing di tangan. Pada sisi kiri-kanan terdapat alat BorDrilling pipa minyak dan relief pada latar belakang ke Taman Bahagia/ Makam Pahlawan. Tinggi tugu 3,0 meter dan pipa minyak yang menjulang keatas tingginya 17 meter. Bahan bangunan tersebut dari beton cor dan kerangka besi. .
5.        Tugu Juang Minyak Nasional Turaka Pangkalan Brandan Sekitar tugu terdapat kilang minyak dan perkantoran. Tugu terdiri dari empat bagian yang 2 (dua) bagian terbuat dari besi yang berlainan bentuk, yang pada bagian tengah ter dapat pipa besar. Tugu ini terbuat dari sisa puing-puing besi tua sisa dari minyak yang dibumi hanguskan Belanda, yang pada bagian dasar minyak terlihat bagian besi yang berlobang akibat tembakan peluru.

Dikomplek tugu terdapat prasasti yang terletak pada sebuah batu dan dilatar belakang dua buah tangki minyak, ber tuliskan : Tiada alasan untuk bangga, namun kerangka lapuk ini jadi saksi atas abdi kami untuk nusa dan bangsa.

6.        Tugu Juang 45 Desa Rumah Galo Sei Bingei Berbentuk profil seorang pejuang yang menawan pasukan musuh, dan dengan senjata yang sederhana berhasil memaksa musuh untuk menye rah. Tokoh pejuang tadi sambil menggendong anak mengintrogasi musuh dengan memegang sebilah pedang seolah-olah akan membunuh musuh tadi. Profil pejuang dan musuh tersebut berdiri di atas sebuah batu sungai yang agak tinggi dimana pa sukan musuh bersimbah dan memohon ampun agar dia tidak dibunuh.
No. Nama Situs/Tugu/Tatengger Lokasi Keterangan
1.        Tugu Abdi Darma Jl. Bangsi S Kabanjahe Tugu berbentuk bambu runcing dengan alas tugu berbentuk lingkaran dengan 2 lantai. Pada sisi lantai atas tugu berbentuk bintang dan berfungsi sebagai pondasi dari tugu terse but. Tinggi tugu 5 meter dengan diameter alas 2 m.
2.        Tugu Perjuangan Berastagi Jl. Listrik Atas, Gundaling Secara umum bentuk tugu adalah kerucut yang pada sisi bawah mirip rumah adat Karo dengan tiang-tiang penyangga yang merupakan tangga menuju serambi atas rumah adat. Pada sisi tengah terdapat relief-relief perjuangan kemerdekaan dan relief TNI, sedangkan pada sisi atas berdiri dengan tegak patung pejuang 45 yang melambangkan semangat perjuangan untuk melawan penjajah dengan senjata yang se derhana dan hasil rampasan senjata musuh.
3.        Tugu Peringatan Pertempuran Uruk Keci-Keci Desa T Kicat-Simpang Empat Dengan bentuk bambu runcing. Lantai dasar tugu berbentuk persegi panjang dengan 4 lantai. Pada sisi bawah tugu terdapat bintang yang merupakan pengikat/penyekat tugu bambu runcing dan dicorkan pada bantalan yang berbentuk balok. Tinggi tugu seluruhnya adalah 4 m dengan luas areal 5 x 10 m.
4.        Tugu Perjuangan/Halilintar Desa Bertah-Munte Bentuk tugu seperti huruf (angka) 7 disertai lambang Halilintar yang siap untuk menyambar musuhnya. Tugu ini berdiri di atas lahan yang cukup luas kurang lebih ½ ha. Dan berada pada perbukitan. Untuk sampai ke tugu harus melalui anak tangga yang dibuat sedemikian rupa. Pada tiap sisi dasar tugu terdapat relief-relief perjuangan untuk mengusir Belanda dan profil pejuang yang siap membela kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945.
5.        Batu Peingatan/Sekolah Opsir Berastagi   Tugu Sekolah Opsir Brastagi yang juga disebut Tugu Kadet Brastagi ini, tingginya 2,75 meter dan kelilingnya 6,60 meter. Pada bagian depan terdapat prasasti yang terbuat dari marmar atta setinggi 2,40 meter lebar 0,90 meter. Pada puncak bangunan tugu terdapat ukiran batu yang melambangkan sekuntum bu nga. Bangunan tugu dikelilingi pagar berantai dengan jumlah Han tiang 17 buah melambangkan tanggal 17 dan lantai ubin bersegi delapan, melambangkan bulan Ag ustus, yang masing-masing segi sepanjang 0,93 meter. Pada dasar tugu dikelilingi de ngan rangkaian bintang sejumlah 45 buah, yang melambangkan tahun kemerdekaan kita 1945.
6.        Tugu Perjuangan Desa Suka/Kuta Kepar Tugu yang tingginya 1,08 meter dan keliling 3 meter, ter letak di atas 3 tingkat landasannya, tingkat dasar (paling bawah) panjang 4,40 meter dan lebar 2,90 meter. Tingkat dua, panjang 3,20 meter dan lebar 2,90 meter. Tingkat paling atas landasan utama bangunan tugu panjang 2,06 meter dan lebar 1,03 meter. Ketika dilakukan pendataan, sangat disayangkan bangunan tugu ini seperti kurang terurus, sehingga bangunan tugu tertutup oleh rimbunan tumbuhan dan ilalang.
No. Nama Situs/Tugu/Tatengger Lokasi Keterangan
1.        Tugu Peringatan13 Desember 1945 Lapangan Merdeka Tebing Tinggi Tugu 13 Desember berbentuk silinder tegak dengan tinggi 17 meter, sedangkan kelilingnya sekitar 8 meter. Dibuat dari bahan batu atau beton. Tugu tersebut didirikan sebagai mo numen perjuangan ma syarakat Tebing Tinggi dalam mempertahankan kemerdekaan. Secara khusus tugu 13 Desember berlatar belakang perlawanan pemuda/lasykar rakyat melawan Jepang yang puncaknya ber langsung pada tanggal 13 Desember 1945.
2.        Tugu Juang 45 Jl. Imam Bonjol Lubuk Pakam Tugu didirikan dengan latar belakang peristiwa agreri militer Belanda I tahun 1947 mengungkapkan nilai-nilai kejuangan.

Pada mulanya fungsi monumen/tugu adalah berupa tanah lapang dan merupakan bagian lokasi dari tempat para lasykar atau pejuang dalam menghadapi agresi militer Belanda. Sekarang ini, fungsi monumen/tugu adalah sebagai : Monumen Per juangan/Makam Pahlawan.

3.        Tugu Kenangan Abadi Persimpangan Jl. Galang Lubuk Pakam Kalimat yang tertera dalam tugu : “Disumbangkan sebagai kenangan abadi kepada penurus angkatan 45” dan tertera semboyan pahlawan : Sekali Merdeka tetap merdeka, Merdeka atau mati. Tugu Kenangan Abadi Lubuk Pakam ini menyiratkan sosok perjuangan dan perlawanan masyarakat Lubuk Pakam dalam melawan penjajah serta mempertahankan kemerdekaan Dan tugu tersebut hanya dimasukkan sebagai kenangan abadi dari para lasykar/pejuang terhadap generasi muda atau generasi penerus Angkatan 45.
4.        Tugu Juang 45 Jl. Besar Tembung (SD 101767) Tugu Juang 45 Tembung, sebagaimana disebutkan di atas bentuknya adalah batang dan semakin ke atas semakin kecil. Pada setiap sisi terdapat ukiran-ukiran. Pada bahagian depan terdapat ukiran huruf nama tugu, yakni: Tugu Juang ’45 Tembung, di atas tulisan tersebut terukir gambar para pejuang yang memegang senjata bambu runcing dan golok. Pada kening setiap pejuang terbelit kaco warna merah putih (bendera) dan di atas ukiran tersebut terukir dengan indahnya Burung Garuda Pancasila, pada sisi kiri tugu terukir dengan indahnya wajah para pejuang yang memegang bendera Merah Putih dengan tiang bambu runcing, sedangkan di atasnya tertera kata “Merdeka”. Sisi sebelah kanan tugu adalah ukiran para pahlawan yang mema nggul berbagai jenis senjata, seperti: senapan, keris, golok dan bambu runcing. Pada bagian belakang tugu adalah ukiran para pejuang yang mengawal masyarakat Tembung ketika pada waktu perang terjadi pengungsian. 

 

5.        Tugu Bamboo Runcing Tanjung Morawa Pekan Tugu Bambu Runcing sebagaimana namanya berbentuk bambu runcing yang terdiri dari enam ruas bambu yang melambangkan semangat kejuangan rakyat Tanjung Morawa yang walaupun dengan senjata yang sederhana berupa Bambu Runcing, tetapi tidak mengenai rasa takut dalam memperju angkan dan mempertahankan cita-cita luhur, yakni: kemerde kaan. Tugu Bambu Runcing dibangun dengan pola yang sederhana, karena hanya berwujud bambu runcing yang terdiri dari 6 ruas Bambu Runcing. Pada Tugu tertera sebuah prasasti yang bertuliskan “Pejuang Pahlawan M.A.S 17-8-1945 T.G. Merawa”.
6.        Tugu Pahlawan Perbaungan Arti lambang monumen/tugu: Keris dipuncak kubah yang pada ujungnya berlumur darah menggambarkan pertumpahan darah. Pagar berbentuk bambu runcing yang terbuat dari besi melambangkan semangat juang walau dengan senjata yang sederhana; rantai sekeliling badan bawah kubah melambangkan semangat persatuan dan kesa tuan.
7.        Tugu Juang 45 Serdangan Hulu Area Bangun Purba Arti lambang Monumen/tugu: Pada bagian atas terdapat patung pahlawan yang meme gang bambu runcing, yang menggambarkan semangat juang dan gagah berani. Bambu runcing tersebut melambangkan senjata pejuang, sedangkan pada bagian bawah terdapat untaian rantai yang melambangkan semangat persatuan dan kesatuan. Bagian bawah (fundasi) terdapat empat buah tangga dengan bentuk persegi lima yang menggambarkan semangat juang mempertahankan proklamasi 45 dan ukiran 8 buah bambu runcing yang melambangkan bulan ke-8 dari proklamasi yang dipertahankan.
No. Nama Situs/Tugu/Tatengger Lokasi Keterangan
1.        Tugu Juang 45 Jl. Merdeka Pematang Siantar Tugu ini dibangun sekitar tahun 1956 dan diresmikan pendiriannya oleh Bupati KDH Tk. II Kab. Simalungun. Pada sisi bagian depan tugu itu terlukis topi waja yang melambangkan keperkasaan pasukan TKR pada masa itu dalam mengusir penjajah demi mempertahankan Kemerdekaan RI, yang diproklamirkan tanggal 17-8-1945.
2.        Tugu/Monument 1945 Jl. Merdeka Pematang Siantar Bangunan tugu yang cukup artistik, yang tingginya lebih kurang 20 m dengan lima tiang penyangga dan satu tiang utama, di atasnya terletak bangunan berbentuk lingkaran, di atas lingkaran itu terdapat pula bangunan rumah adat Simalungun dengan lima dimensi yang dihiasi dengan motif khas Simalungun. Pada setiap sudut tiang penyangga terdapat pula ukiran topeng dan lima pintu masuk terbuat dari teralis besi. Di atas rumah adat berdiri menjulang tinggi tiang bersudut tiga, yang di puncaknya terdapat patung manusia, yang melu kiskan seorang ibu menggendong bayi, di depannya seorang pemuda gagah berani menggenggam bambu runcing, yang di ujungnya terdapat bendera merah putih. Sementara di bela kang pemuda berdiri seorang bocah, di sisinya terdapat tombak kecil dengas posisi berdiri. Semua itu memberi makna simbolik, tentang heroisme dan patriotisme para pejuang kita dahulu. Menurut Jamilin Saragih di lokasi ini juga pernah terjadi pertempuran sengit dengan Belanda. Di lapangan monumen inipun pernah diadakan rapat umum yang menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan.
3.        Tugu Juang Siantar Hotel Jl.W. R. Supratman Pematang Siantar Tugu Juang Siantar Hotel yang berbentuk empat persegi panjang, terbuat dari bahan batu, semen dan pasir, dasar bangunannya berukuran, panjang 1,37 m, lebar 0,80 m dan tinggi 0,23 m. Pada sisi bagian depan tugu tersebut terdapat lambang topi waja, sebagai ciri ketegaran tentara Republik, dan tulisan yang berbunyi: Tanggal 15 Oktober 1945, penyerbuan kubu NICA di Siantar Hotel, oleh massa rakyat kota P. Siantar dan Kabupaten Simalungun sekitarnya. Gugur: Muda Raja Guk guk dan Ismail Situmorang, Korban pihak musuh 17 orang, Jamilin Saragih selaku sekretaris DHC 45 Kodya P. Siantar mengharapkan agar nilai-nilai perjuangan yang tergambar pada tugu tersebut dapat dilestarikan dan diwarisi oleh gonerasi penerus.
4.        Tugu Perjuangan Tangga Batu Jl. Tiga Dolok Tanah Jawa Tugu ini belum pernah direnovasi dan pada sisi bagian depan tugu tertulis : “Tugu Peringatan Pertahanan TNI selama Revolusi Physic antara tahun 1947/1949 di Desa Tangga Batu, gugur: 1. Mail Gultom, 2 Hadi 3. Muharrim 4. Bismark Sinaga.
5.        Tugu Perjuangan Tiga Dolok Desa Parmonangan Tiga Dolok Tugu yang berbentuk persegi empat, berukuran dasar tugu: tinggi 40 cm, panjang 160 cm dan lebar 220 cm dan bangunan tugu berukuran: Tinggi 175 cm, panjang 130 cm dan lebar 41 cm terbuat dari bahan batu, semen dan pasir. Tugu ini dibangun oleh Pemerintah Daerah setempat bersama-sama swadaya masyarakat diresmikan sekitar tahun 1956 oleh Bupati KDH Tk. Il Simalungun.
6.        Tugu Perjuangan Markas Langit Kecamatan Panaitongah Tugu yang berbentuk pyramide ini dipuncaknya terdapat bambu runcing sepanjang 1 m dan tinggi tugu itu sendiri 2,60 m terhampar di atas dasar pundasi segi lima setebal + 30 cm dan tiap segi panjangnya 1,20 m, terbuat dari bahan batu, semen dan pasir. Latar belakang sejarah berdirinya tugu ini, karena di lokasi tersebut terjadi pertempuran sengit melawan Penjajah Belanda Karena itu Belanda menganggap bahwa Markas Langit sebagai basis pertahanan tentara republik, perlu diserang habis habisan.
7.        Tugu Marsuse Desa Sibaganding Parapet Tugu yang terbuat dari bahan batu, semen dan pasir itu berukuran: lingkaran bawah 7,65 m, lingkaran atas 9,90 m, tinggi tugu 3 m, tinggi patung 4,20 m, tinggi seluruhnya 7,20 m, dikelilingi pagar besi sepanjang 111 m.

 

Tugu marsuse diresmikan pendiriannya 21 Maret 1990 oleh Gubernur KDH Tk. I Sumatera Utara Rajainal Siregar. Kondisi tugu saat ini sangat baik. Diharapkan dapat berfungsi memberikan teladan kepada generasi penerus, untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, sesuai dengan harapan mantan Direktur Sekolah Tentara Marsuse Komandemen Sumatera, Bapak M.L. Tobing SH, Letkol Purn tertulis pada salah satu sisi tugu, berbunyi antara lain: …….. semoga karya dan nilai-lain perjuangan Saudara dapat diwarisi dan diteruskan oleh generasi selanjutnya”.

 

Pada bagian dinding tebing gunung di belakang tugu marsuse juga dibuat lukisan relief-relief yang menggambarkan perjalanan sejarah perjuangan tentera Marsuse, dilengkapi dengan tulisan-tulisan yang mengungkapkan pokok-pokok peristiwa tersebut, antara lain :

 

“Latar belakang pembentukan Sekolah tentera Marsuse Komandemen Sumatera-Parapat Siuhan 1946-1947”.

8.        Tug u Perjuangan Batu Iv Sub Ter Vi I Simpang Batu Gajah-Tiga Dolok Fungsi tugu ini sama seperti fungsi tugu-tugu perjuangan lainnya yakni untuk menggambarkan serta melestarikan nilai nilai perjuangan agar dapat diwarisi oleh generasi selanjutnya. Tugu perjuangan yang didirikan atas prakarsa Pemerintah Daerah dan sumberdaya masyarakat ini, masih dalam proses penyelesaian pembangunannya, karena itu data lengkap tentang tugu ini belum dapat dituliskan sebagaimana mestinya.
No. Nama Situs/Tugu/Tatengger Lokasi Keterangan
1.        Tugu Juang 45 Kota Sidikalang, Jl. Sm. Raja Fungsi tugu ini adalah untuk mengenang jasa pejuang-pejuang yang telah gugur dalam pertempuran, juga mengingatkan kapada generasi sekarang dan generasi yang akan datang di Sidikalang Kabupaten Dairi.

Fungsi tugu ini sama seperti fungsi tugu-tugu perjuangan lainnya yakni untuk menggambarkan serta melestarikan nilai nilai perjuangan agar dapat diwarisi oleh generasi selanjutnya. Tugu perjuangan yang didirikan atas prakarsa Pemerintah Daerah dan  sumberdaya masyarakat ini, masih dalam proses penyelesaian pembangunannya, karena itu data lengkap tentang tugu ini belum dapat dituliskan sebagaimana mestinya.

2.        Tugu Juangan 45 Desa Kuta Dame Kec. Kerajaan Pada waktu renovasi tugu ini, segala tulang-belulang para lawan-pahlawan yang telah gugur dalam pertempuran di Kabu paten Dairi telah dimakamkan di Taman Bahagia Sidikalang. Maka dibuatlah sebagai lambang tugu tersebut tiga patung manusia yang memegang senjata api, parang dan bendera merah putih. Dan sebagai pengertian daripada lambang tersebut adalah sbb : 3 Patung melambangkan Kesatuan Sektor III Sub Teritorial VII yang selalu berpedoman dan mendasarkan kekuatan nya kepada : a. Perang Rakyat Semesta, yaitu Persatuan TNI dengan Rakyat harus tetap dijaga. b. TNI Sektor III Sub. Teritorial VII adalah Tentara Rakyat, berasal dari Rakyat dan akan kembali kepada Rakyat. c. TNI Sektor III/Sub Teritorial VII berjuang untuk kesejah teraan dan keselamatan Rakyat. Keseluruhan tugu ini menunjukkan sesuatu yang kukuh dengan bentuk empat persegi yang tak goyah, didirikan diatas lima tangga pelataran yang melambangkan perjuangan yang berlandaskan Pancasila tidak akan pernah goyah.
3.        Tugu Juang 45 Desa Juma Teguh Kec. Siempat Nempuh Bentuk tugu tersebut dasarnya empat persegi dan atasnya lonjong (runcing) ke atas, hampir serupa bentuknya dengan tugu yang ada di Kecamatan Tigalingga dan Kecamatan Si empat Nempu Desa Juma Teguh. Ukuran tugu tersebut seba gai berikut : Panjang 2 m, lebar 2 m dan tinggi 5 m. Bahan yang dibuat untuk pendirian tugu adalah batu, pasir, semen dan beton Latar belakang sejarah : Kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah dikumandangkan ke seluruh dunia merupakan suatu pernyataan resmi suatu Negara yang telah melepaskan dirinya dari suatu bentuk keterikatan dari bangsa asing. Secara resmi untuk mengisi atau mewujudkan tuntutan Kemerdekaan tersebut di mulai tanggal 3 Oktober 1945 keseluruh Sumatera Utara. Sam butan terhadap Kemerdekaan tersebut penuh antusias, karena kegembiraan dari seluruh lapisan masyarakat.
4.        Tugu Juang 45 Desa Tiga Lingga Kec. Tiga Lingga Bentuk tugu tersebut dasarnya empat persegi dan atasnya lon jong (runcing). Ukuran tugu tersebut adalah sbb: Panjang 2,5 m lebar 2,5 m dan tinggi 5 m. Sebagai bahan untuk pembuatan tugu ini adalah batu, semen, pasir dan beton. Latar belakang sejarah didirikannya tugu ini oleh masyara kat Juma Teguh adalah untuk mengenang jasa pahlawan-pah lawan yang telah gugur dalam pertempuran di Kecamatan Si empat Nempu Dairi, juga mengingat kan kepada generasi sekarang maupun kegenerasi yang akan datang.
5.        Tugu Juang 45 Desa Kutabulu Kec. Tanah Pinem Bentuk tugu tersebut adalah Bintang Lima dan di atasnya lonjong (runcing) berbentuk bambu, Ukuran tugu ini panjang 2 m, lebar 2 m, dan tinggi 4 m. Sedangkan bahannya terbuat dari batu, pasir, semen dan beton. Latar belakang sejarah, dengan didirikannya tugu ini ada lah berhubungan dengan daerah Tanah Pinem sebagai basis perjuangan melawan Penjajah Belanda.
No. Nama Situs/Tugu/Tatengger Lokasi Keterangan
1.        Tugu Perjuangan Kota Kisaran Tugu ini berbentuk piramida /kerucut yang alasnya terdiri atas 5 tangga, dengan tinggi t 3 m dan diameter 1 m. Tugu terbuat dari semen dan dipagar rapi berbentuk lonjong dengan alas 4 x 5 meter. Pada sisi tugu tersebut terdapat bambu runcing 5 buah dan dibuat relief lambang Pancasila sebagai dasar Negara. Latar belakang sejarah dan peristiwa ini terjadi pada Agresi Belanda I dimana Belanda memasuki Kota Kisaran dengan pasukan tank dan artileri memasuki kota tanggal 4 Agustus 1974.
2.        Tugu Peringan Pertempuran, Selasa, 2 Oktober 1947 Pasar Lembu Kec. Airjoman Bentuk Tugu ini adalah empat persegi pan jang dengan ukuran: tinggi 2,25 m, lebar 1,25 m dan tebal 60 cm terbuat dari batu, semen dan tidak dipagar. Latar bela kang sejarah pendirian tugu tersebut secara ringkas merupakan Markas Pertempuran Asahan Area (MPAA) tahun 1947 dimana Laskar Pesindo pada waktu itu menggunakan daerah ini sebagai basis dan tempat bertahan. Setelah pecah Benteng Medan Area, di daerah Asahan ma ka iringan-iringan Pasukan Nica me masuki Kec. Air Joman dan pada tanggal 2 Oktober 1947 Be landa menyerang dan memasuki Air Joman dan di sekitar tugu sekarang, Belanda menyerang dan front pertempuran laskar dengan Nica.
3.        Tugu Perjuangan Sipaku Area Desa Simpang Empat Kec. Simpang Empat Tugu ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran tinggi 2,60 m, le bar 1.15 m dan tebal 40 cm. Alas tugu berbentuk empat persegi dengan alas 2 x 3 m, di sekitar tugu merupakan peru mahan penduduk dengan jarak dari jalan raya lintas Kisaran Rantau Prapat sekitar 4 m. Adapun tulisan yang terdapat pada tugu sebagai prasasti adalah: Tugu Sejarah Perjuangan Front Sipaku Area Pertempu ran antara TNI Pasukan Barisan Maut dengan Tentera Belanda PD Clas I tanggal 10 Agustus 1947 dipimpin oleh Danki Lettu M. Nurdin Lubis, Gugur dipihak kita: – A. Gudri – Ahmad K – Montes – Sairin Relief yang terdapat di sebelah atas prasasti peringatan pa da tugu tersebut adalah; topi baja yang melambangkan sema ngat juang yang tinggi. pantang menyerah, lebih baik hancur daripada dijajah kembali oleh Belanda.
4.        Tugu Perjuangan Pangkalan II A L R I Kec. Tanjung Tiram Adapun prasasti yang terdapat pada tugu ini adalah: Prasasti ini dinukilkan sebagai kenangan sejarah abadi seluruh warga ALRI Pangkalan 1 Sumatera Timur di Tanjung Tiram Batu Bara, yang bersama-sama rakyat telah mempersembahkan kedaulatan Negara Ri selama perang kemerdekaan tahun 1945-1949. – Nonggar Karo-Karo – Harisuddin – Fachruddin Dachrin Wagiman – Kau akan dikenang sepanjang zaman – Kau telah gugur laksana kesuma bangsa, Namun tetap hidup sebagai gelora semangat generasi pe nerus dan seluruh bangsa. Semoga Tuhan Maha Pencipta menerima Amal Bakti Saudara serta meridhoi perjuangan kita mengisi proklamasi sakti. Tanjung Tiram, 10 Nopember 1980 Pangdaeral I, B. Poernomo (Laksama na I TNI)
5.        Tugu Perjuangan Sei Alim Ulu Kecamatan Air Baru Tugu ini berbentuk empat persegi dengan tinggi 198 cm, lebar 1m dan tebal sisinya 41cm. Peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pendirian tugu adalah mengenang perjuangan rakyat dan laskar di daerah ini sewaktu Agresi Belanda 1 tahun 1947.
6.        Tugu Perjuangan Desa Pulau Rakyat Pekat Kec. Pulau Rakyat Tugu ini berdiri di sekitar perkebunan rakyat dengan uku ran: tinggi 2 m, lebar 1,08 m dan tebal 50 cm. Tugu ini ber bentuk empat persegi panjang dengan alas 1 tingkat, berukuran 4 x 5m. Pada masa revolusi fisik tepatnya pada Agresi tahun 1947 di sekitar jembatan dekat tugu tersebut merupakan basis pertahanan laskar serta menjadi garis perbatasan dengan sungai Asahan sebagai pemisah (status quo).
7.        Tugu Perjuangan Aek Nagaga Kec. Bandar Pulau Tugu ini berbentuk Piramida dan pada bagian atas berbentuk empat persegi dimana pada sisi atas ditancapkan 5 buah bambu runcing. Tinggi tugu sekitar 2,62 m dengan diameter bagian atas 50 cm dan pada bagian atas sekitar 62 cm. Alas tugu terdiri dari 4 lantai dengan ukuran 4 x 5 m dan dipagar dengan kayu dan bambu. Pada ma sa Agresi Belanda II sekitar tahun 1949 di daerah Bandar Pulau merupakan daerah Republik dimana sekitar Aek Nagaga merupakan markas pejuang. Adapun makna dari 5 buah bambu yang ditancapkan pada sisi atas tugu adalah sebagai simbol kepahlawanan dan patrio tisme hanya dengan bambu runcing para pejuang berani meng hadapi pasukan Belanda yang lengkap persenjataannya. Kondi si jalan menuju tugu ini masih jalan kebun belum diaspal, serta keadaannya yang kurang bagus.
8.        Tugu Kemerdekaan 1945 Desa Bandar Pulau Pekan Kec. Bandar Pulau Tugu ini berbentuk empat persegi dengan relief yang melambangkan situasi pada waktu menaikkan bendera merah putih oleh seorang pejuang yang ikut terlibat dalam peristiwa tersebut. Pada sisi sebelah mu ka tugu terdapat relief dan bambu runcing yang ber makna semangat juang yang tinggi dengan mengandalkan bam bu runcing mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Tugu Peri ngatan Kemerdekaan ini tinggi dari dasar (alas) 87 cm dengan 3 tingkat berbentuk lonjong. Tinggi dari lantai atas sampai puncak bambu runcing sekitar 195 cm. Prasasti yang terdapat pada tugu tersebut: Tugu Penyam but/mempertahankan Proklamasi 17-8-1945 Rakyat Bandar pulau. Diresmikan 17-8-1980 oleh Bupati KDH Tk. II Asahan dr. Bahmid Muhammad.
9.        Tugu Perjuangan Desa Sei Suka Deras Kec. Sei Suka Pada sisi bawah tugu ini berbentuk empat persegi panjang dan sebelah atas terdapat patung seorang pejuang yang dengan gagahnya me megang sebuah bambu runcing. Tinggi tugu keseluruhan men capai 4,5 m dengan sisi depan (lebar) + 1 m dan sisi samping (tebal) 1 m. Tugu ini berada di persimpangan jalan dengan di kelilingi perumahan penduduk dan disekeliling tugu dipagar besi untuk menghindari gangguan dari orang-orang yang kurang mengenang perjuangan para laskar semasa pergolakan fisik.
10.    Tugu Perjuangan Kelurahan Lima Puluh Kec. Lima Puluh Tugu ini berbentuk persegi panjang dan pada bagian atas berbentuk runcing dengan tinggi tugu sekitar 2,5 m, lebar 1 m dan tebal 50 cm. Latar belakang peristiwa pendirian tugu ini adalah mengenang perjuangan rakyat dan laskar di daerah ini pada Agresi Belanda I tahun 1947 dimana dari pihak laskar gugur Jijin dan Kebir. Untuk mengenang perjuangan semasa revo lusi fisik maka didirikan tugu perjuangan Pada tugu ini terdapat prasasti yang berbunyi: Peringatan Pejuang Kemerdekaan Kec. Limapuluh, Volks front dibawah pimpinan Iwan Matsum dan Laskar Rakyat Batalion Tengkoran dibawah pimpinan Sumadi. Selain itu pada tugu juga terdapat relief topi waja dan bintang yang melambangkan semangat memb aja dan patriotis me pejuang yang gigih melawan penjajah dari bumi Indonesia, khususnya Kecamatan Limapuluh
11.    Tugu Proklamasi 17-8-1945 Jl. Jendral Sudirman Tanjung Balai Tugu ini berbentuk Piramida dengan ukuran: Tinggi 3,10 m, Lebar 1,26 m dan Tebal 64 cm. Lantai dasar tugu berbentuk ellips dengan 4 tingkat. Latar belakang pendirian tugu ini adalah mengenang ber dirinya Komite Nasional Indonesia tahun 1946. Tokoh-tokoh yang terkait dengan peristiwa ini adalah Syiek Abdullah Ismail (alm) yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua KNI, Abdullah Eteng (mantan Bupati Asahan), Syaidi Muli Maspar Lubis, Sayuti dan tokoh-tokoh lainnya. Pada badan tugu di atas batu marmer ditulis 17-8-1945 Pada waktu Agresi Belanda I masuk ke daerah Tanjung Balai maka tulisan pada batu marmer dipecahkan, dan setelah pengakuan Kedaulatan Negara oleh Bupati Abdullah Eteng tulisan ini dibuat kembali untuk menghormati dan mengenang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada tahun 1989 warna dirobah oleh Pengurus LVRI dengan membuat warna kuning dan garis pinggir tugu warna hitam dengan alasan untuk keindahan tugu, kemudian dibuat pagar besi disekeliling tugu mempunyai bambu runcing dan dibuat air mancur.
12.    Tugu Bamboo Runcing Jl. Letjend Suprapto Tugu ini berbentuk bambu runcing dua buah pada bagian atasnya. Sedang pada bagian bawah tugu berbentuk empat persegi panjang. Tinggi tugu seluruh nya + 5,10 meter dengan panjang 1,42 m, lebar 83,5 cm dan dasar tugu berbentuk ellips dimana ukuran diameter 2,10 m. Bambu runcing yang berdiri tegak pada bagian atas tugu mempunyai makna dan arti jiwa dan semangat nilai-nilai 1945 yang tinggi dan tidak kenal menyerah.
No. Nama Situs/Tugu/Tatengger Lokasi Keterangan
1.        Tugu Perjuangan Kepahlawanan Rantau Prapat Kota Tugu ini berbentuk piramida dengan tinggi dari lantai dasar 17 m diameter dasar/ alas 2,5 m. Tugu ini ditata dengan baik sehingga menimbulkan kesan yang mengingatkan kita pada perjuangan kemerdekaan tahun 1945-1949. Pada sisi depan tugu dibuat tangga dengan 8 tingkat. Sisi bawah tugu memunya lebar 1,90 m dan sisi atas 1,50 m Sedangkan tebal sisi bawah 1,80 m dan tebal atas 1,50 m. Luas pertapakan tugu sekitar 15 x 15m berbentuk tiga persegi. Pada pekarangan tugu terdapat taman, kolam kecil (air mancur). Pada tubuh tugu terdapat relief dan tulisan (prasasti). Pada sisi depan sebelah atas terda pat relief burung garuda. Dibawah terdapat prasasti tentang Proklamasi Kemerdekaan dan pada sisi bawah terdapat prasas ti monumen Kepahlawa nan TNI AD yang berbunyi: Sekapur sirih. Dipersembahkan kepada para pejuang di daerah ini yang telah mengorbankan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Patah Tumbuh Hilang Berganti Rantauprapat, 10 Nopember 1972 a/n Panitia ttd Kol. H. Iwan Matsum. Pada sisi sebelah kanan terdapat relief pejuang kemerdeka an yang memegang bambu runcing dan pada sebelah atas dikibarkan bendera Merah Putih..
2.        Tugu Juang 45 Labusona  Desa Ujung Bandar-Bilah Hulu Tugu ini berbentuk sebuah kubah dengan luas bangunannya 15,5 m x 14,5 m. Sedangkan tinggi bangunan adalah 17 m. Pada masa Agresi Belanda II tahun 1949, di loka si ini merupakan basis markas pejuang-pejuang. Tugu ini berada di Desa Ujung Bandar Kecamatan Bilah Hulu, yang jarak nya dari kota Rantauprapat sekitar 10 km dan dari jalan raya lintas Rantauprapat-Kotapinang sekitar 2 km. Kondisi bangunan tugu juang 45 di Lobusona saat ini cu kup memprihatinkan di mana kaca-kaca bangunannya sudah pecah dan di dalam gedung ini berserakan karena tidak diurus dan tidak dipelihara.
3.        Tugu Perjuangan Pekan Merbau Kec. G.B. Merbau Untuk mengenang perjuangan rakyat dan laskar di Keca matan Gaya Baru Merbau maka didirikan tugu perjuangan ke merdekaan di Pekan Merbau. Tugu ini berbentuk persegi pan jang dengan tinggi 2,90 m, lebar 1,42 m dan tebal sisi 34 cm. Tugu ini berdiri di atas 3 las tai dengan tinggi masing-masing lantai 18 cm, sedangkan luas alas tugu adalah 3,40 x 2,42 m. Adapun tulisan (prasasti) yang terdapat pada tugu adalah: sebelah depan Tugu Perjuangan Kemerdekaan, sedang pada sisi belakang adalah dalam rangka HUT Bukit Barisan Ke XVIII seperti pada tulisan di atas. Mengenai berita proklamasi kemerdekaan R.I. sampai pada masyarakat Merbau menurut penuturan informan adalah awal September 1945.
4.        Tugu Perjuangan Kemerdekaan Desa Pulau Bargot Kec. G.B Merbau Tugu ini berbentuk Piramida dengan ukuran tinggi tugu dari lantai kedua adalah 2,60 m lebar pada sisi bawah 90 cm dan tebal sisi bawah 55 cm. Pada sisi lebar 60 cm dan tebal 35 cm. Sedangkan pada lantai dasar dengan ukuran: lebar 1,73 m dan tebal 1,23 m. Secara keseluruhan tugu ini didirikan di atas tanah berukuran 5 x 4 m. Sebelah atas tugu terdapat besi runcing yang menyerupai bambu runcing yang merupakan simbol perjuangan 1945. Tugu ini terbuat dari semen, batu dan dipagar dengan besi, di mana pondasi alas tugu sudah banyak yang pecah karena seringnya tergenang air.
5.        Tugu Perjuangan Desa Bulungihir Kec. G.B. Merbau Tugu ini berbentuk persegi panjang yang terdiri dari 3 lan tai. Ukuran tugu ini adalah: tinggi 2,15 m, lebar 1,35 m dan tebal 40 cm. Secara keseluruhan ukuran Tuas tugu adalah 3,10 x 2,15 m.
6.        Tugu Perjuangan Kemerdekaan Desa Lubu Rampah Kec. G.B. Merbau Tugu perjuangan ini tepatnya berada di Desa Lobu Ram pah sekitar 4 km dari kota Kecamatan Merbau. Bentuk tugu adalah empat persegi yang terdiri dari 3 lantai. Tinggi dari lantai atas adalah 1,71 m, lebar 1,20 m dan tebal 0,30 m. Ukuran lantai dasar adalah 2,80 x 1,80 m dengan tebal 0,14 m, lantai kedua dengan ukuran 2,33 m x 1,37 m serta lantai 3 dengan ukuran 1,87 x 0,90 m. Tugu ini dibuat dari bahan semen yang dikelilingi oleh perumahan penduduk desa.
7.        Tugu Perjuangan Aek Kotabaru Kecamatan Na Ix-X Tugu ini berbentuk piramida dengan ukuran sebagai beri kut: tinggi dari lantai atas adalah 5 m, lebar 1,5 m dan tebal 0,5 m. Tugu ini terdiri dari 5 lantai dengan ukuran 3,30 x 3.30 m untuk lantai dasarnya serta 1,90 m dari x 1,90 x 1,90 m untuk lantai atas. Tugu ini terbuat dari bahan semen, batu, marmer serta untuk pagar terbuat dari besi dan rantai. Aksara yang terdapat pada tugu ada. lah latin dengan tulisan : “Tugu Perjuangan Kemerdekaan 45 Masyarakat Kecamatan Na IX-X”. Peletakan Batu pertama oleh Bupati KDH Tk.II La buhan Batu, Djalaluddin Pane tanggal 10 Nopember 1981 dan diresmikan tanggal 19 Juni 1984. Mengenai berita proklamasi kemerdekaan RI sampai ke daerah ini adalah sekitar bulan September 1945. Saat ini keadaan tugu cukup baik dan dirawat oleh Muspida Kecamatan Na IX-X.
No. Nama Situs/Tugu/Tatengger Lokasi Keterangan
1.        Tugu Perjuangan Kol (Pur) Liberty Malau   Tugu ini berbentuk segi empat yang di atasnya berdiri tegak sosok patung Liberty Malau se bagai pimpinan Komando Militer memakai Mantel, dengan ukuran tinggi patung seluruhnya 3,10 m, dikelilingi pagar besi sepanjang 42,50 m. Tugu ini dibangun untuk mengenang jasa dan perjuangan Kol. (Purn) Liberty Malau dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus juga sebagai monumen perjuangan TNI Sektor II DMTT/STT Sub Terr VII Komando Sumatera, yang ber langsung sekitar tahun 1945 – 1949, sebagai ungkapan nilai kepahlawanan dan patriotisme.
2.        Tugu Pahlawan/ Proklamasi Kemerdekaan Siborong-Borong Dasar tugu berbentuk persegi empat dan bagian atas bulat panjang, dipuncaknya ter dapat sepotong tangan menggenggam tiang bendera, dengan tinggi tugu seluruhnya 4,30 m dan dikelilingi pagar besi se panjang 31 m. Bangunan tugu tersebut dari batu, semen dan pasir, terletak di pusat kota Siborong-borong, dikelilingi bangunan pertokoan dan rumah penduduk, dapat dicapai dengan semua jenis kenderaan.
3.        Tugu Perjuangan Rakyat/Tni Sektor Ii Subter VII Komando Sumatera Tarutung Tugu ini dikelilingi pa gar besi, berbentuk segi empat, berupa yang persegi tujuh yang di puncaknya terdapat tiga sosok patung manusia, melambangkan persatuan dan kesatuan antara TNI dan Rakyat dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. Tugu yang berukuran 5,20 m ini, dibangun dengan dana yang bera sal dari bantuan Pemerintah Daerah dan swadaya masyarakat, terbuat dari bahan batu dan semen, terpelihara dengan baik, sebagai monumen peringatan bagi generasi penerus perjua ngan bangsa.
4.        Tugu Perjuangan Kemerdekaan Ri Desa Nakeong, Simpang Tiga- Tarutung Tugu ini berbentuk kerucut terbalik di atas fundasi lima dan sebelah atas perpanjang segi lima yang terletak puncak gu nung, melambangkan Bukit Barisan. Terbuat dari bahan batu, semen dan pasir, dengan ukuran tugu setinggi 3,57 m, dikeli lingi pagar besi sepanjang 15,10 m. Tugu ini didirikan untuk mengenang Perang Kemerdekaan 1945-1949, yang melam bangkan ketegaran TNI dalam merebut, menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan. Hal ini terlukis pada tulisan kalimat yang terdapat pada tugu tersebut antara lain : Amanat Jenderal Sudirman tanggal 19 Desember 1948. Patah Tumbuh Hilang Berganti TNI Pantang Menyerah Satu-satunya yang utuh adalah TNI.
5.        Tugu Oloan Batubara Desa Tambunan Baruara Ke. Balige Tugu ini berben nuk segi empat, yang di atasnya berdiri sosok patung tokoh yang bersangkutan, berdiri di samping salib, sebagai lambang agama yang dianutnya. Sebagai perencana dan pelaksana pendirian tugu ini adalah sepenuhnya swadaya keluarga sang tokoh, didirikan tahun 1967 dan belum pernah mendapat renovasi, sehingga kondisi tugu kurang terawat dan sangat memprihatinkan.
No. Nama Situs/Tugu/Tatengger Lokasi Keterangan
1.        Tugu Pahlawan Nasional Dr. F. Lumbantobing j. Sutomo Sibolga Tugu tersebut berbentuk Pun dasi Badan Segi Lima yang melambangkan Pancasila dengan tinggi 7,5 m dan terletak dalam areal berpagar jerejak besi seluas 6 x 8 m yang terbuat dari bahan granit, semen dan ke rangka besi. Lambang dan relief yang terdapat pada tugu antara lain : a. Segi lima, melambangkan Pancasila. b. Tangan menunjuk, melambangkan tanda menuju arah evakuasi. c. Penyampaian berita proklamasi (di daerah ini be rita proklamasi diterima sekitar awal Oktober 1945). d. Relief-relief disetiap sisi tugu melambangkan perang gerilya. e. Masuk kota sebagai lambang pengakuan kedaulatan.
2.        Tugu Oswald Siahaan Jl. Sibolga-Barus Desa Mela Tugu ini dipagar keliling dan menghadap ke laut (Teluk Tapian Nauli). Tugu ini berbentuk segi empat, dengan tinggi 1,70 m dan lebar 1,20 m, terbuat dari bahan dan semen. Prasasti yang terdapat pada sisi depan sebelah atas berbu nyi : Disini gugur prajurit ALRI Pangkalan Sibolga, Nama : Let. 1. Oswald Siahaan, Kopral Zulkifli Tanjung dalam Perang Grilya Tgl. 29 – 12 – 1948. Arti lambang jangkar yang terdapat pada sisi atas prasasti adalah sebagai simbol kesatuan TNI – AL.
3.        Tugu Proklamasi Kemerdekaan Jl. Oswald Siahaan Sibolga Tugu ini berbentuk Limas Tumpul dengan tinggi 3 m dan lebar 1,5 m dan terbuat dari bahan batu/semen, Latar belakang sejarah pendirian tugu ini adalah untuk mengenang peristiwa proklamasi Republik Indonesia 17-8 1945 khususnya di daerah Sibolga dan sekitarnya.

Tugu ini pada mulanya berfungsi sebagai lambang kemer dekaan Indonesia pada tahun 1945. Berita Proklamasi sampai ke daerah ini yang dibawa oleh Dr. Amir dan Mr. Mohd. Hasan yang langsung mengikuti upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih di Pegangsaan Timur Jakarta, dan sewaktu pu- langnya singgah di Sibolga sebelum sampai ke Medan (utusan Pemerintah Sumatera Bagian Utara).

4.        Tugu Batu Ping Desa Tinjoan Laut Sihorbo-Barus Tugu ini ber bentuk segi empat berjenjang tiga, jenjang (puncak) yang paling tinggi adalah 6,10 m, jenjang kedua setinggi 5,10 m dan ketiga 4,10 m, sedang lebarnya masing-masing 2,30 m. Tugu terbuat dari bahan batu marmer dan semen, terletak dipun cak satu bukit dengan ketinggian lebih kurang 20 m. Tugu Batu Ping didirikan pada tahun 1991 dan diresmi kan oleh Laksamana Madya TNI Muhammad Arifin pada tanggal 25 April 1991. Bangunan tugu ini termasuk masih baru dan keadaannya masih cukup baik dan utuh. Adapun lam bang yang terdapat pada tugu antara lain: a. Puncak atau ujung tiap-tiap jenjang yang diberi cat me rah seperti lumuran darah sebagai simbol keberanian, b. Burung Garuda sebagai lambang Negara Kesatuan RI, dan tangga naik serta Jangkar sebagai lambang TNI-AL
5.        Tugu Khadir Hutabarat Desa Panaggalan Ke. Sorkam Latar belakang sejarah pendirian tugu ini mengenang kembali peristiwa sejarah pada masa Agresi Belanda Il dimana seorang tokoh pejuang Khaidir Hutabarat ditembak mati dan dibuang ke jurang sedalam 10 m, yang tidak jauh dari lokasi tugu tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 24 Sep tember 1949, yang menggambarkan patriotisme dan nilai kejuangan untuk rela berkorban dalam mempertahankan kemer. dekaan. Pada sisi depan dan belakang terdapat tulisan “24 Sep tember 1949 disini gugur Khaidir Hutabarat melawan Penja jah Belanda Dalam Perang Grilya”. Arti dan lambang yang terdapat pada tugu ini adalah motif rumah adat, yang melambangkan kesetiaan dan menyatu nya rakyat dengan pejuang dalam perang gerilya, melawan penjajah Belanda.
6.        Tugu/Monumen Perjuangan Kemerdeakaan Desa Bonandolok Sibolga Tugu tersebut berbentuk empat persegi panjang, tinggi kira kira 17m dan lebar 4 m terbuat dari bahan batu dan semen. Peristiwa sejarah yang melatari berdirinya tugu ini adalah mengungkapkan perjuangan rakyat Tapanuli dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Pendirian tugu ini telah mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat, terlihat dari tekad mereka yang tertulis pada sisi depan tugu yang berbunyi: “Kami masyarakat Tapanuli Tengah akan terus menjaga dan memelihara monumen perjua ngan kemerdekaan nasional ini untuk kesinambungan perjua ngan bangsa Indonesia,”
No. Nama Situs/Tugu/Tatengger Lokasi Keterangan
1.        Tugu Perjuangan Padangsidempuan Tugu ini berbentuk bulat panjang dan di puncaknya di buat patung manusia, tinggi keseluruhan kurang lebih 6 m. Garis menengah dasarnya kira-kira 2 meter, tinggi dasarnya sekitar 2,5 m. Pada permukaan tubuhnya ada berbagai oramen menggambarkan diorama perjuangan, sedangkan di tengah ornamen itu dibuat tulisan dengan isi teks Proklamasi 17-8-1945. Lebih lanjut, tugu tersebut adalah sekedar perlambang ke pahlawanan, sikap patriotik dan perjuangan, sebagai bukti ba gaimanapun di kota Padangsidempuan khususnya dan Tapanuli Selatan pada umumnya pernah terjadi peristiwa heroik dalam mempertahankan Proklamasi 17-8-1945 terutama dalam priode Perang Kemerdekaan II hingga pengakuan Kedau latan.
2.        Tugu Perjuangan Benteng Huraba Kec. Batang Angkola Bentuk tugu adalah bulat panjang dengan garis menengah sekitar 2 m dan tingginya dari permukaan tanah sekitar 7 m. Di permukaan tugu ada tulisan tentang peresmiannya, juga nama-nama pah lawan yang gugur pada pertempuran yang terjadi di tempat itu yakni pada tanggal 5 Mei 1949, sedang di sampingnya ter dapat dua buah meriam bekas, dan tugu ini dilatarbel hak angi sebuah dinding tembok yang diberi ornamen dan berbagai lukisan seperti diorama perjuangan melawan tentera Belanda. Monumen ini adalah sebagai lambang pertahanan pada waktu Perang Kemerdekaan II di Tapanuli Selatan, karena dulunya di tempat inilah sebagai pertahanan terakhir di dae rah Tapanuli Selatan sebagai pelindung PDRI yang ada di Bukit Tinggi dari arah Utara. Hal ini adalah kenyataan, karena hingga pengakuan kedaulatan, daerah di belakang perta hanan itu tidak pernah dijamah pihak Belanda.
3.        Tugu Pahlawan Kotanopan Bentuk Tugu ini kerucut dengan ukuran dasar 4 m, dan tinggi 7 m Tugu ini didirikan untuk mengingat jasa-jasa para pahla wan Indonesia khususnya yang berada di Kotanopan ketika terjadi perang Kemerdekaan, di sekitar lokasi tugu ini. Disamping sebagai sebuah tugu peringatan, tugu ini juga berfungsi sebagai hiasan kota yang menambah semaraknya kota atau Pasar Kotanopan ini.
4.        Tugu Perintis Kemerdekaan Kotanopan Monumen ini adalah suatu lambang perjuangan dalam mencapai kemerdekaan Indonesia khususnya bagi rakyat Kotanopan yang tergabung dalam Gerakan Perintis Kemer dekaan. Tidak mengherankan apabila banyak di antara para pejuang itu yang dipenjarakan, dihukum bahkan dibuang oleh Belanda jauh ke luar Sumatera hingga ada yang sampai ke Digul
5.        Tugu Bendera Kotanopan Tugu ini didirikan pada saat bangsa kita masih baru mem proklamasikan Kemerdekaannya. Tentunya persiapan dalam merencanakan pendirian tugu tersebut dalam keadaan buru buru, sehingga bentuknya sudah kurang sesuai dengan pem bangunan masa kini. Namun tugu ini memiliki arti penting sebagai salah satu kenangan karena ditempat itulah Pembaca an Proklamasi Kemerdekaan yang pertama sekali bagi masya rakat Kotanopan. Maka tugu ini merupakan salah satu media pendidikan bagi generasi masa kini, sehingga mereka lebih cinta terhadap hasil perjuangan para pendahulunya, sekaligus mereka akan siap untuk melanjutkannya.
6.        Tugu Perang Grilya Wilayah Sipirok Tugu atau Monumen ini didirikan sebagai salah satu tanda peringatan terhadap “Perang Gerilya wilayah Sipirok” di Sipirok untuk dijadikan sebagai salah satu bukti perjuangan dalam sejarah mempertahankan Republik Indonesia. Para pejuang menerima berita bahwa konvoi pasukan Belanda akan mengadakan perjalanan dari Medan ke Bukittinggi. Tetapi sebelum berangkat ke Bukittinggi pasukan Belanda ini lebih dahulu akan meninjau ke daerah Sipirok.
7.        Tugu Pahlawan Batangtoru Pada tanggal 24 Desember 1948 Belanda memasuki Sibolga dan terus bergerak menuju Tapanuli Selatan. Setelah mere ka tiba di Batang Toru, terjadi pertempuran sengit di Jemba tan Batang Toru selama 3 hari. Karena Belanda jauh lebih ku at, para pejuang terpaksa mundur setelah lebih dahulu meruntuhkan jembatan. Dalam pertempuran ini banyak korban di antara dua belah pihak. Akhirnya Belanda dapat menembusnya dan sampai di Padangsidempuan pada tanggal 2 Januari 1949. Di tempat tugu sekarang inilah lokasi pertempuran yang paling dahsyat pada waktu itu. Selain itu pula ditempat ini banyak pemuda pemuda Batang toru yang di tembak mati oleh Jepang dan mayatnya di buang ke Sungai Batangtoru.
8.        Tugu Proklamasi Gunungtua Bentuk tugu lancip, dengan ukuran dasar 4,5 x 4,5 m dan tinggi 8,5 m. Tugu ini didirikan pada tahun 1963, untuk mengenang pe ristiwa perjuangan dalam mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu pada saat terjadi Agresi Militer Belanda II, Gunung Tua diserang oleh tentara Belanda pada tanggal 17 Mei 1949, dari Rantau Prapat, sehingga terjadi pertempuran dengan pasukan Mayor Bejo. Tugu ini disamping sebagai sebuah tugu Peringatan atas jasa para pahlawan yang gugur di sekitar lokasi tugu, juga berfungsi sebagai hiasan kota, karena letaknya di Pasar Gunung Tua.