Search for:

Pada awal pembentukan organisasi DHD 45 pada tanggal 20 Maret 1960 bernama Badan Musyawarah Angkatan 45 yang disingkat dengan Angkatan 45. Selama 60 tahun umur organisasi ini, DHD 45 telah beberapa kali mengalami perubahan nama sesuai dengan proses perkembangan lingkungan serta dinamika organisasi dan terakhir sebagai hasil Musyawarah Nasional (Munas) XII Angkatan 45 yang dilaksanakan pada tanggal 26 – 30 Juni 2006 di Jakarta, maka organisasi ini berubah nama menjadi Badan Pembudayaan Kejuangan 45 yang disingkat dengan Kejuangan 45. Hal ini sesuai dengan bunyi Anggaran Dasar Bab II mengenai Nama dan Tempat Kedudukan. Organisasi ini berstatus Independent dan Tunggal, dalam arti tidak memilki anak organisasi sesuai Bab I Pasal 1 Anggaran Rumah Tangga.

 

Penghapusan kata Angkatan 45 dari organisasi ini memberi makna bahwa organisasi ini bukan saja tempat berhimpun para pejuang tahun 1945 dan sebelumnya. Perubahan nama ini sangat sejalan dengan umur Kemerdekaan Republik Indonesia yang melebihi setengah abad. Artinya, bahwa pada saat ini, mereka yang dulunya ikut langsung berjuang pada tahun 1945, sekarang hampir sudah tidak ada lagi. Sedangkan perjuangan untuk mengisi kemerdekaan ini harus dilanjutkan, terutama oleh generasi penerus. Predikat Angkatan 45 hanya diberikan kepada Pendiri Republik sebagai Pejuang Angkatan 45 dan Generasi Penerus tidak berhak menyebut dirinya sebagai Pejuang Angkatan 45. Surat Keputusan Dewan Harian Nasional “45 Nomor 35/SKEP/1/1994, tanggal 14 Februari 1994, tentang Petunjuk Pelaksanaan Peran Serta Generasi Penerus dalam tubuh Organisasi Angkatan 45 merupakan bukti kuatnya komitmen DHN 45 Pusat dalam mendorong keikutsertaan Generasi Penerus dalam organisasi.

 

Oleh karena itu, maka pergantian nama ini akan memberi ruang dan waktu yang luas bagi seluruh rakyat Indonesia untuk ikut aktif di dalamnya. Maksudnya, organisasi ini dapat diisi oleh para akademisi, politisi, birokrasi maupun mahasiswa dan generasi muda yang eksis dalam berbangsa dan bernegara.

 

Dengan pertimbangan pertimbangan tersebut, serta hasil kajian yang menyangkut faktor lingkungan dan perjalanan Sejarah Bangsa, khususnya menghadapi era globalisasi, Dewan Harian Nasional berpendapat, bahwa Organisasi Angkatan 45 harus dilanjutkan oleh Generasi Penerus dengan tugas mengemban misi Pelestarian Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai Kejuangan ’45. Hal ini dirasakan sangat perlu guna mengantisipasi tantangan masa depan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam perjuangan menuju cita-cita Nasional dalam rangka Pembangunan Moral dan Watak Bangsa yang Pancasilais.

Catatan Presiden Soeharto Untuk Gedung Juang 45 Sumut 19 Agustus 1978