Search for:

Pangdam I/BB Ajak DHD 45 Sumut Mencegah Munculnya Faham Anti Pancasila

MEDAN, Joeangnews: Pangdam I Bukit Barisan  Mayjen TNI Achmad Daniel mengajak semua elemen masyarakat Sumatera Utara terutama Dewan Harian Daerah Badan Pembiayaan Kejuanga 45 (DHD 45) Provinsi Sumatera Utara untuk mencegah munculnya faham yang bertentangan dan anti ideologi Pancasila.

Hal ini dikatakannya ketika menerima kunjungan silaturrahim Pengurus DHD 45 Sumut di Makanan Ini BB, Kamis (31/03/2022). Rombongan DHD 45 Sumut dipimpin langsung Ketua Umum Mayjen TNI (Purn) M. Hasyim didampingi Sekretaris Umum  Dr. Eddy Syofian, M.AP, Ketua II Drs. Sanggam Hutagalung, MM, Ketua Bidang Ekonomi dan Kesra Drs. Daudsyah Munthe, MM dan Ketua Bidang Infokom Dr. H. Sakhira Zandi, MSi.

Pangdam I BB menilai peran DHD 45 sebagai organisasi penerus kejuangan 45 mempunyai peran sangat strategis dalam mengawal pelestarian jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan 45, wawasan kebangsaan, sejarah kebangsaan, dan Pancasila sebagai idiologi negara yang perlu terus diingatkan dan disosialisasikan kepada generasi muda.

“Saya berharap dari organisasi masyarakat sipil yang beragam latar belakang profesi dan pengalaman ini, bisa melakukan peran penting ini,” kata perwura bintang dia yang baru tiga minggu bertugas di Kodam I Bukit Barisan ini.

Lebih lanjut dikatakannya, Kodam I BB akan berkolaborasi dan bekerjasama untuk melaksanakan program kegiatan yang berhubungan dengan wawasan kebangsaan dan pemeliharaan situs sejarah serta tatengger yang ada di Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu Ketua Umum DHD 45 Sumut Mayjen TNI (Purn.) M. Hasyim melaporkan keberadaan organisasi DHD 45 dan menjelaskan berbagai program yang berkàitan dengan wawasan kebangsaan, penanaman jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan 45 (JSN 45), memelihara situs sejarah serta ikut menggali sejarah perjuangan bangsa.

Hasyim juga menyampaikan kedudukan Pangdam I BB sebagai anggota Dewan Kehormatan DHD 45 Sumut yang diketuai Gubernur Sumatera Utara.(hrn)

 

 

DPRD Medan Segera Proses Penabalan Nama Jalan Teuku Muhammad Hassan dan S M Amin Nasution

MEDAN – RENTAKNEWS.COM: DPRD Kota Medan segera memproses penabalan nama Jalan Teuku Muhammad Hasan dan Jalan SM Amin di sebagai nama jalan di Kota Medan. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Medan H. Rajuddin Sagala kepada Pengurus Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD 45)  Provinsi Sumatera Utara yang beraudiensi ke ruang kerjanya, Senin (7/2/2022).

Dalam kesempatan itu Rajuddin Sagala didampingi Ketua Komisi I DPRD Kota Medan Rudianto siimangunsong, SPdI dan Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan Dedi Asykari Nasution, ST. Sedangkan dari DHD 45 hadir   Sekretaris Umum Dr. Eddy Syofian, MAP,  Bendahara Umum Ir. Vivi Savitri, Ketua I Brigjen TNI (Purn.) Harry Yusmanadi, Ketua II Sanggam Hutagalung, Ketua IV Hj. Risnawati Dartatik Damanik, Wakil Sekretaris I Drs. Ansari Adnant Tarigan, MSi, Sekretaris III Dra. Nina Karina, MSP,  Kabid Organisasi Usman Rambe, Kepala Sekretariat Drs. Harun Al Rasyid, Wakil Ketua DHC 45 Kota Medan Aulia Lukman Hakim dan Sekretaris Supriadi.

Dalam kesempatan itu  Ketua I DHD 45 Brigjen TNI (Purn.) dr Harry Yusmanadi menyerahkan dokumen pengusulan nama pahlawan nasional Teuku Muhammad Hassan dan SM Amin Nasution sebagai nama jalan di Kota Medan. Menurut Harry, pengusulan nama Teuku Muhammad Hassan dan SM Amin Nasution sebagai nama jalan di Kota Medan sudah tiga kali diajukan. Pertama masa kepemimpinan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, kedua masa kepemimpinan Achyar Nasution, dan ketiga masa kepemimpinan Pjs Wali Kota Medan Ir. Arif Trinugroho. “Sudah tiga kali diajukan namum belum ada realisasinya, bahkan beberapa ormas dan para sejarahwan juga sudah pernah mengajukan hal serupa,” kata Purnawirawan Kopassus ini.

Oleh karena itu. DHD 45 lalu mengambil langkah mengajukannya melalu DPRD Kota Medan. “Diharapkan dengan pengajuan melalui DPRD Kota Medan ini, hala ini segera dapat diproses karena kami yakin DPRD Medan masih memahami falsaha Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,” kata Harry lagi.

Menurut Harry, jasa Teuku Muhammad Hasan sangat besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Beliaulah yang ditugaskan Presiden Soekarno untuk membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI yang baru bisa dilaksanakan pada 6 Oktober 1945 di Lapangan Merdeka Medan di bawah tekanan Belanda dan sekutu yang sudah masuk ke kota Medan.

“Lapangan Merdeka Medan adalah saksi bisu jejak sejarah Proklamasi Kemerdekaan Ri di Pulau Sumatera. Di situ Teuku Muhammad Hasan atas instruksi Presiden Soekarno untuk membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI yang dihari ribuan Rakyat Kota Medan. Bahkan beliau dipercaya menjadi menteri dan meletakkan dasar pemerintahan daeraha sebelum Pulau Sumatera dibagi atas beberapa provinsi,” kata Harry lagi.

Sementara itu Sutan Muhammad Amin Nasution adalah Gubernur Sumatera Utara pertama dan ketiga. Beliau banyak berjasa dalam menata pemerintahan Sumatera sejak mulai berkedudukan  di Pematangsiantar sampai dipindahkan ke kota Medan. “Pada dasarnya kedua tokoh ini sangat berjasa dalam perjuangan bangsa ini. Pemerintah pusat pun sudah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada keduanya,” kata Harry lagi.

 

Tuntutan yang wajar

 

Wakil Ketua DPRD Kota Medan H. Rajuddin Sagala menilai permohonan DHD 45 ini sangat wajar dan berbangga kepada DHD 45 Sumut yang tanpa pamrih dan tanpa adanya kepentingan pribadi masih mau mengingatkan DPRD untuk menghargai Pahlawan Nasional dari Sumut untuk diabadikan nama mereka sebagai nama jalan di Kota Medan yang kita cintai bersama.

“Kami akan segera memproses dan meminta pihak eksekutif memprpioritaskannya. Kami akan minta eksekutif untuk segera mengkaji dan mengevaluasi jalan mana yang sesuai dijadikan nama jalan dari kedua pahlawan nasional ini. Jadi harus disesuaikan dengan kapasitas mereka sbagai Pahlawan Nasional,” katanya lagi.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Medan Rudianto Simangunsong, SPdI sangat mendukung usulan ini dan mengajak DHD 45 untuk terus mengawal prosesnya. Hal yang sama juga dinyatakan oleh anggota Komisi I Dedy Asykari Nasution ST dari Fraksi Gerindra bahwa dengan penabalan nama pahlawan kemerdekaan sebagai nama jalan akan mengingatkan memori sejarah bangsa untuk generasi muda. “Dengan penabalan nama pahalawan sebagai nama jalan kita telah mengingatkan generasi penerus akan jasa-jasa pahlawan, untuk saya lebih memprioritaskan pengusulan nama pahlawan nasional daripada nama tokoh lain,” ujar Dedi.

Hingga saat ini sudah ada 13 Pahlawan Nasional dari Sumatera Utara yakni : Sisingamangaraja XII, F L Tobing, Tengku Amir Hamzah, Zainul Arifin, Adam Malik, Jenderal Besar A. H. Nasution, D I Panjaitan, T B Simatupang, Kiras Bangun, Djamin Ginting, Prof Lafran Pane, Teuku Muhammad Hasan dan Sutan Muhammad Amin Nasution. (hrn)

Usulan Balai Bahasa Sanusi Pane Pahlawan Nasional Dibahas TP2GD

MEDAN (Waspada): Usulan Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional oleh Balai Bahasa Wilayah Sumut, didiskusikan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah Provinsi Sumatera Utara (TP2GD), Selasa (23/3).

Kegiatan dihadiri Ketua Tim TP2GD, Hj R Sabrina selaku Sekda Provsu, dengan Anggota Tim: Dinas Sosial, Kodam, Polda, DHD45 Sumut, LVRI, Biro Binsos, Sejarawan, dan Akademisi dari USU dan UNIMED. Read More